Rabu, 02 September 2009

KEPADA YANG TERCINTA

Kepada Yang Tercinta

Pagi ini aku bangun lebih siang dari biasanya, tubuhku seperti sudah melekat dengan kasur kapuk seharga 400 ribu yang aku beli di pasar Parung Bogor. Aku baru tahu kalau kapuk itu mahal harganya dan sama seperti kasur busa yang dijual di toko mebel,ada beberapa pilihan jenis kasur kapuk. Ada kelas 1, kelas 2 dan kelas murahan, kasur kapuk yang kelas 1 memang agak tebalan dan isinya sudah dijamin asli kapuk, kata pak Haji Mujib sih …, sedangkan kasur kelas 2 itu sudah dicampur dengan bahan sintetis sehingga dijamin setengah tahun sudah kempos, untuk yang kelas murahan tidak perlu aku bahas pastinya sudah kebayang untuk kwalitasnya.

Kok jadi kita bahas kasur kapuk ya …, sudahlah itu mungkin juga strategi marketing pak haji.

Selain kasur nyamanku itu yang membuat aku enggan beranjak adalah ada hujan diluar sana, tidak begitu deras namun symphony dan aromanya membuat ingin menunda siang. Maafkan aku terik …bukannya aku sedang mendiskriditkanmu namun … kali ini aku mendadak jatuh cinta dengan limbah Yehuwa yang berketerap dengan genting.

Jika saja aku boleh sedikit berdrama, aku akan merunut kejadian semalam yang turut andil membuat aku sedikit enggan.

Semalam aku kehilangan korek api satu satunya, kompor gas ku sedang habis pula. Bayangkan … aku yang memang perokok berat ini dan tidak bisa nonton film, mengetik, memasak, boker , menyiram tanaman tanpa menghisap nikotin ….kalau aku pilot dia co pilotnya lah, dunia serasa tengah mengucilkan aku. Kebiasaanku di tengah malam adalah menyiram tanaman di kebun samping rumahku, entahlah mungkin itu melanggar prosedur penyiraman tanaman … namun aku merasa teman teman ku di kebun samping ini juga butuh amunisi untuk begadang, seperti aku yang sudah menyiapkan 6 kaleng bir dingin di kulkas untuk membantuku menyelesaikan tanggung jawab hari ini.

Aku berfikir keras mencari solusi dari efek domino ini, aku mencari blackberry …ternyata oh ternyata, pulsa dan langganan internetkupun sudah habis masanya,pojok signalnya sudah menjadi gprs, bukan GPRS lagi… oh damn !!

Sudah hampir jam 22.30 biasanya aku sudah menonton CURHAT DENGAN ANJASMARA, acara busuk nan menggemaskan hingga pernah aku menyempatkan diri untuk khilaf melempar TV21 inc ku dengan bantal jepangku , sungguh sangat menyesal waktu itu, aku jadi ingat bagaimana aku susah payah membeli TV itu,aku harus menunggu fee scenario FTVku yang dipending 2 bulan. Entahlah acara sebusuk itu yang membuat semua orang yang terlibat di acara itu bodoh hmn … termasuk saya yang sama bodohnya masih mau mantengin, kenapa masih beredar saja, tapi memang efektif sekali untuk memberi sedikit ruang mengumpat dalam sehari hidupku.

Tetap saja malam itu aku belum menemukan solusi, bisa saja sih jalan 5 menit ke satpam cluster saya dan meminjam salah satu korek mereka. Tapi solusi yang satu itu segera kutepis, konyol dan mengenaskan sih alasannya… APA KATA TETANGGA SAYA ?

Hahaha pertanyaan yang menggelikan, aku tidak menampiknya jikalau aku yang tergolong perempuan mandiri dan hidup dijaman semaju ini tetap saja masih suka sekolot ini juga. MELULU apa kata ini apa kata si itu, lagipula ini sudah hampir tengah malam, saya wanita 25 tahun hidup sendiri, merokok, berparas lumayan, bertatto di beberapa ruang di tubuh, ukuran bra 36 B. Perumahan semi cluster ini yang isinya adalah keluarga OKB yang masih suka bikin status di FB kalau hari ini tidurnya telat gara gara puas nonton HBO, STARMOVIE dan Fashion TV. Masih kawatir dengan masalah dipergunjingkan dan dikucilkan yang berarti efek dari penilaian yang sudah menjadi kebudayaan manusia.

Weleh weleh kok ya malah jadi makin absurb saja .. ternyata masalah hidup kok ya masih ada korelasinya dengan jenis kasur kapuk yang dijual pak H. Mujib.

Tiba tiba .... jam jarum jam dindingku berputar sekencang kencangnya dan terhenti di angka 3. Kok ya masih gelipak gelipuk tidak menentu ya …

Telepon pintar saya berdering, widihhh jam 3 pagi siapa lagi yang masih sempat menelfon saya, namun karena masalah korek api belum finish aku berniat mengangkat berharap ada teman yang akan bertamu dipagi buta, walaupun alasannya mau numpang tidur karena baru pulang dugem dan kosannya tidak boleh membawa serta laki laki yang bukan muhkrimnya.

YANG TERCINTA calling….

Begitu tulisannya … oh … Tuhan dia si ganteng pacarku itu, sudah 3 bulan ini aku memang jarang sekali bisa bertemu dengannya, maklum dia seorang dokter muda yang memang pekerja keras, hidupnya hanya di rumah sakit, naik gunung dan tidur.

Pacar, hmn … apa sih definisi seorang pacar?? Mungkin juga aku bisa bilang dia bukan pacar, karena menurutku pacar ya ketika aku punya screenplay masa depan dengan makhluk ganteng itu, lah agama saja beda, mending kalau dibunuh sama ibu ku… lha kalau aku ga dapet warisan dari keluarga atau lebih parah kalau lagi lagi masalah dikucilkan ? berabe bukan ….

Atau aku bisa sebut dia pacar juga karena sudah 2 kali tidur denganku, selama hampir setahun pacaran.. waduh mengenaskan juga ya masalah berbagi keringat saya .

“ brai ... udah molor ya ??? ”

“ woi…punya korek? Lo dimana ? “ jawab saya

“ jiahhhh gue dah masuk cluster lo, sok sok’an mau bikin surprise sih Tanya satpam kamunya belom ninggal kartu pass berarti kamu ada dirumah, korek kaga ada … tapi rokok ada.”

KLEK … telpnya aku tutup, karena aku sudah melihat lampu mobilnya dari dalam rumah sedang berusaha parkir di carport.

“ sudahlah .. coba beberapa jam aja ga merokok, “ kata dia

“ ya … gimana donk… gila …. Kamu kenapa ga bilang dulu sih kalau mau kemari ? “ kataku sambil cembetut.

“ ahh sudahlah ngeyel amat sih …”

aku mengambil kursi director dan aku cangking ke kebun samping rumahku, duduk dan menunggu inisiatifnya untuk mengambil beberapa kaleng bir dingin dr kulkas.

“ gimana pekerjaan ? aman ? “ katanya sambil menyodorkan bir.

“ biasa … pasien yang meninggal kemaren gimana? Jadi dituduh malpraktik ga ? “

(krek.. glegek glegek )

“ hmnnn … gak lah emang sudah parah banget, cuman salahnya harusnya kita kontrol setengah jam sekali ini kelewatan .. sejam baru dikontrol, ya sudah lewat nya ga ketauan.”

Kata dia lagi,

Aku dengar hujan diluar kian meredup, untungnya sambil merem tadi aku sempat menangkap beberapa helai musik hujan pagi tadi, aku mengambil semuatnya genggamanku saja,

Huaaaammm……mataku melek juga, kutoleh samping kananku, ada Yang Tercinta meringkuk setengah telanjang, aku tersenyum dan merasa sempurna sekali pagi ini,

Musik colonganku tadi segera aku lipat dikeempat sisinya lalu aku selipkan di saku celana tidurnya, “ brai … ada sesuatu dicelanamu … aku buatkan scramble extra keju kesukaanmu ya … , mau kopi apa teh? “…

“ hmn nnn umnnn emm…..kenapa semalam ga nyalain rokok dari mobil aja ? “kata dia dan kulihat matanya masih terpejam.

1 komentar:

Shandra Syailendra mengatakan...

GW TAU CRITA INI.....hahahhahah